Kalau Ahok Dirutnya, Marwan: Jangan Harap Pertamina Berkelas Dunia!

  • Bagikan
X
BULETINDEWATA.COM - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Study (IRESS), Marwan Batubara menilai, Pertamina sulit menjadi perusahaan migas berkelas dunia, jika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, benar-benar ditunjuk menjabat Direktur Utama (Dirut).


Menurutnya, pandangannya itu bukan dilandasi dendam pribadi atau ego sektoral, namun mengacu kepada rekam jejak yang bersangkutan. 


“Nah kalau dirutnya seperti ini (Ahok), investasi akan sarat kontroversi, bagaimana meraih meraih apa predikat perusahaan kelas dunia itu,” ungkap Marwan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (22/7/2023).


Marwan juga melihat ada agenda yang diduga memuluskan oligarki jika penunjukan Ahok menjadi kenyataan. 


Marwan menduga masuknya Ahok adalah upaya balas jasa rezim kepada para oligarki sektor migas.


“Ini kan bukan untuk kepentingan negara dan rakyat gitu untuk kepentingan segelintir orang gitu jadi memuluskan agenda oligarki,” ujar Marwan.


Marwan berasumsi, kelompok yang mendukung penunjukan Ahok ini menyebut bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menghabisi koruptor yang menggerogoti Pertamina. 


Akan tetapi, mustahil cita-cita tersebut tercapai, tambahnya, karena Ahok sendiri merupakan terduga korupsi.


“Orang dia koruptor terduga koruptor kok dia bilang kau mau membersihkan korupsi,” ucapnya.


Menurutnya, akan lebih pantas jika orang yang memimpin BUMN tersebut merupakan kandidat dari dalam Pertamina sendiri atau para profesional yang dari segi kemampuan dan prestasinya sudah mumpuni ketimbang Ahok.


Marwan menyebut hal ini berkaitan dengan kepercayaan investasi dan kemudahan dalam mendapatkan kredit perbankan yang perlu bukti dan fakta di lapangan.


“Apalagi syarat kepentingan oligarki ini nanti tidak mendapat kepercayaan dari dunia usaha dan perbankan,” pungkas Marwan.


Peluang Ahok lompat dari Komut menjadi Dirut Pertamina disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir (Etho). 


“Enggak Pak Ahok saja, banyak direksi yang lain yang dan tentu belum final ya. Nama nya (Ahok) ada, menjadi salah satu pertimbangan,” kata Menteri Etho kepada wartawan di Nirwana Park Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023).


Menurut Menteri Etho, saat ini, Kementerian BUMN melalui dua Wakil Menteri (Wamen) BUMN, tengah mereview semua Direktur Utama perusahaan pelat merah.


Jadi, bukan Pertamina saja yang tengah dipelototi Wamen BUMN I, Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) dan Wamen BUMN II, Rosan Perkasa Roeslani.


“Para wamen sedang memanggil (para direktur utama), saya pun memanggil, nanti kita cocokkan. Karena sekarang yang namanya sistem delivery unit yang tadinya ada di saya, ada di Wamen ini dikonsolidasikan menjadi satu sistem, special delivery unit itu mereview semua program,” jelas Menteri Etho.


Sebelumnya, Menteri Etho memanggil Dirut Pertamina Nicke widyawati dan Komut Pertamina Ahok. 


Pertemuan ini melahirkan banyak isu, termasuk pergantian Dirut Pertamina, di mana nama Ahok muncul sebagai pengganti Nicke.


Saat ditanya informasi itu, Menteri Etho buru-buru membantah. 


“Sabar, ada waktunya, ngegosip aja,” ucap Menteri Etho di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (20/7/2023). [Buletindewata/Inilah]

Baca Juga

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan