Bak Senjata Makan Tuan, Irjen Ferdy Sambo Pernah Bilang: Ngapain Polisi Nakal Dibela? PECAT!

  • Bagikan
X

Buletindewata.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara oleh tim khusus Bareskrim Polri.

Penetapan tersangka berdasarkan barang bukti dan saksi-saksi yang membuat peristiwa kematian Brigadir J menjadi terang benderang.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Joshua) yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo, Red)," kata Listyo Sigit, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam, 9 Agustus 2022.

Dengan penetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka, maka timsus telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan KM. Keempat disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Tak hanya itu, Kapolri juga menyampaikan inspektorat pengawasan khusus Polri yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi, telah mengamankan 31 anggota Polri yang diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi dalam kasus penembakan Brigadir J. Tiga diantaranya berpangkat perwira tinggi Polri.

Terlepas dari itu, Irjen Ferdy Sambo dikenal memiliki karir yang cemerlang.

Sumber: waspada.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan