Eks Wakabareskrim Polri: Bharada E Harusnya Bisa Ditetapkan Tersangka Sejak Awal, Peristiwanya Jelas!

  • Bagikan
X

Buletindewata.com - Mantan Wakil Kabareskrim Polri Irjen (Purn) Bekto Suprapto mengungkapkan, penyidik Polri seharusnya sudah bisa menetapkan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu sebagai tersangka pada hari penembakan Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022.

"Penetapan Bharada E sebagai tersangka itu sebenarnya bisa dilakukan sejak hari Jumat tanggal 8 Juli, karena peristiwanya jelas, ada orang mati, ada yang mengaku menembak, dan sebagainya," kata Bekto dalam Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Jumat (5/8/2022).

Ia menilai langkah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah tegas dengan menonaktifkan sejumlah pejabat Polri yang terlibat dalam kasus yang menyebabkan meninggalnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat itu.

Selanjutnya, Kapolri juga telah mengeluarkan telegram rahasia (TR) tentang mutasi 15 personel kepolisian pada Kamis (4/8/2022) berkaitan dengan kasus polisi tembak polisi yang menyebabkan Bharada E ditetapkan sebagai tersangka.

"Harus diketahui bahwa pelaku kejahatan apapun itu tidak dibatasi dengan pangkat, tidak dibatasi dengan jabatan," jelas Bekto.

Soal kemungkinan tersangka lain, kata Bekto, perlu menunggu hasil penyidikan Polri.

"Saya pikir ini akan serius sekali dan akan cepat," tegasnya.

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan