Selama Gelaran Grebeg Suro, ASN Laki-laki di Ponorogo Pakai Penadon

  • Bagikan
X

Ponorogo (Buletindewata.com) – Ada pemandangan berbeda pada aparatur sipil negara (ASN) laki-laki di Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Ponorogo hari ini (18/7). Mereka nampaknya tidak memakai seragam seperti biasanya hari Senin atau Selasa. Ya, mulai hari ini jelang Grebeg Suro, para kaum adam ini memakai seragam penadon atau seragam khas Ponoragan.

Menurut informasi yang dihimpun Buletindewata.com, penadon merupakan baju atasan khas yang dipakai Warok Ponorogo. Baju yang identik berwarna hitam ini, dan bagian dalam terdapat sebuah ornamen warna merah yang menjadi identitas warok Ponorogo. Baju penadon ini, biasanya juga dipasangkan dengan celana koloran panjang, yang juga berwarna hitam. Ada yang berseleret merah, ada juga yang polos. Warna hitam ini, kono memiliki arti keteguhan.

Baca Juga:Kemarau Melanda, Warga di Ponorogo Mulai Berlangganan Air PDAMAnggaran Terdampak Recofusing, Perekrutan Jabatan Perangkat Desa DitangguhkanPerbaiki Jalan Rusak, Pemkab Ponorogo Ngutang Rp 155 Miliar ke PT SMIBulan ini, PNS di Ponorogo Bakal Terima Gaji ke-13Pelaksanaan Tes SKB di Ponorogo, Sesi Pertama Ada 3 Orang Tak Hadir “Jelang perayaan Grebeg Suro, semua pegawai laki-laki memakai seragam penadon khas Ponoragan,” kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Senin (18/7/2022).

Sugiri mengungkapkan penggunaan baju penadon in, dimulai hari Senin (18/7) ini hingga hari jadi ke-526 Kabupaten Ponorogo pada tanggal 11 Agustus 2022 nanti. Sehingga selama gelaran Grebeg Suro hingga hari jadi nanti, seragam ASN laki-laki full penadon. Hal itu dilakukan untuk lebih menyemarakkan kegiatan Grebeg Suro itu sendiri. “Penadon ini akan dipakai hingga hari jadi ke-526 Kabupaten Ponorogo pada tanggal 11 Agustus nanti,” ungkap Giri.

Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko menambahkan akan merencanakan baju penadon ini sebagai seragam rutin di lingkup Pemkab Ponorogo. Dia memyebut hari senin-selas sudah ada seragam, rabu pakai baju putih, kamis minggu pertama pakai baju batik dan hari jumat bajunya bebas. Dia ingin kamis minggu kedua, baju penadon itu digunakan menjadi seragam ASN.

Pakai baju penadon itu untuk ASN Laki-laki, sementara untuk ASN perempuan, Bupati Sugiri ingin juga memakai baju kebaya. Ia terinspirasi pegawai di Pulau Bali yang hari-hari tertentu memakai baju kebaya khas Bali. “Jadi pegawai laki-lakinya pakai penadon dan pegawai perempuannya pakai kebaya,” pungkasnya. (end/kun)

Sumber: beritajatim.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan