Bentrokan Perguruan Silat di Lamongan, Polisi Amankan Belasan Pendekar dan 1 Tersangka

  • Bagikan
X

Lamongan (Buletindewata.com) – Imbas dari bentrokan yang melibatkan perguruan silat, kini Sat Reskrim Polres Lamongan bergegas memburu para pendekar yang telah melakukan penganiayaan dan pengrusakan terhadap warung kopi, pada Minggu sore (17/7/2022) kemarin.

Dari hasil pemburuan tersebut, akhirnya polisi berhasil menggelandang belasan pendekar dari tempat yang berbeda. Bahkan, seorang di antaranya yang berinisial H (16) telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita sudah tetapkan seorang tersangka. Inisialnya H. Polisi juga terus mendalami pemeriksaan terhadap belasan pendekar yang diamankan dan meminta keterangan dari para saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi wartawan, Senin (18/7/2022).

Ditetapkannya H sebagai tersangka ini, ungkap Komang, karena yang bersangkutan telah turut melakukan aksi pengrusakan terhadap warkop sekaligus penganiayaan kepada para korbannya.

Baca Juga:Polres Lamongan Gelar Ops Patuh Semeru, Ini Jadwal dan SasarannyaBakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri, Polres Lamongan Bagi Bingkisan Untuk Nakes dan Peserta Vaksin13 Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Lamongan, Termasuk Residivis Asal SurabayaPengaduan Tindak Kriminal, Polres Lamongan: Silahkan Unduh Aplikasi Dumas PresisiMangkir Panggilan Penyidik, Polair Sumenep Jemput Paksa Nahkoda Kapal Selina Lamongan Komang berharap, dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya bisa mengembangkan dan menemukan para pelaku lainnya. “Aksi pengrusakan dan penganiayaan itu dilakukan oleh banyak pelaku,” tambahnya.

Lebih lanjut, Komang sangat yakin bahwa pihak kepolisian mampu menemukan jejak para pelaku lainnya. Nantinya, imbuh Komang, mereka yang terbukti bakal diproses sesuai hukum yang berlaku. “Semuanya yang terbukti bersalah tetap akan diproses. Tak pandang bulu,” tandasnya.

Komang menjelaskan, jika terduga pelaku yang terlibat dalam aksi ini banyak yang masih di bawah umur, termasuk tersangka H. Sehingga perkara ini pun harus ditangani oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Sumber: beritajatim.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan