Banjir Bandang Garut Akibat Hulu Sungai Cimanuk Rusak, Diminta Lakukan Konservasi

  • Bagikan
X

Buletindewata.com, Jakarta Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono menyebutkan kerusakan di hulu sungai Cimanuk, Jawa Barat, menjadi salah satu penyebab banjir bandang di Garut pada Sabtu 16 Juli 2022.

Menurut dia, alih fungsi lahan menjadi pertanian yang diduga tak diimbangi dengan konservasi lahan oleh Perum Perhutani menjadi salah satu faktor yang berdampak membawa material tanah sehingga menyebabkan erosi.

BACA JUGA: Banjir Kolosal di Pati, 26 Desa Terdampak Ratusan Jiwa Mengungsi BACA JUGA: 32 Desa Terdampak Banjir, Garut Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 2 Pekan BACA JUGA: Korban Banjir Bandang Garut Butuh Selimut dan Obat-obatan Baca Juga

Banjir Garut, LKNU-Muslimat Garut Buka Dapur Umum dan Cek Kesehatan Gratis 8 Fakta Terkait Banjir Garut Jawa Barat Uu Ruzhanul Beri Bantuan Korban Banjir di Garut, Imbau Warga Pindah ke Tempat Aman "Itu harus ditutup. Jadi kegiatan pertanian penamaman kentang, sayur dan sebagainya itu boleh tetapi memakai aturan main, konservasinya dilakukan," kata Tarsoen kepada liputan6.com, Senin (18/7/2022).

Dia mengungkapkan, seharusnya Perum Perhutani bersama Pemda bisa bergerak cepat melakukan konservasi lahan.

"Itu dibuat Sengkedan, itu dibuat tanaman pohon lindung, pohon produktif, itu harus dilakukan, jangan kosong sama sekali, nanti hancur," ungkap Tarsoen.

Menurutnya, tak ada masalah dengan lahan pertanian. Tapi mesti diterapkan secara proposional.

Sumber: liputan6.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan