Tanggapi Isu Khilafah, Felix Siauw: Upaya Deislamisasi Rezim, Apapaun Yang Berkaitan Islam Dianggap Salah!

  • Bagikan

Buletindewata.com - Pendakwah Kondang Ustadz Felix Siau memberikan tanggapan atas isu khilafah yang saat ini sedang ramai.  

Dilansir dari channel youtube Refly Harun, Felix Siauw memberikan tanggapan tentang isu khilafah, radikal, dan Islam intoleran yang sedang hangat dibicarakan. 

Dalam video yang diunggah pada hari Kamis, 9 Juni 2022 tersebut, Refly Harun mewawancarai Felix Siaw terkait isu khilafah yang sedang ramai dibacarakan.

Felix Siauw memulai pembicaraan tentang sebuah data bahwa sejak dirinya berdakwah pada tahun 2002, isu radikal baru muncul tahun 2016.  

Felix merasa heran mengapa isu itu baru muncul tahun 2016 padahal dakwahnya sudah sejak tahun 2002. 

“Saya itu dakwah dari tahun 2002, nah di tahun 2002 sampai tahun 2015 itu enggak pernah ada satupun sebutan radikal, anti NKRI, dan sebagainya. Nah mendadak di tahun 2016 ini mulai muncul,” ucap Felix Siauw dalam video berdurasi 12 menit 55 detik tersebut.  

Felix juga menambahkan kebingungannya tentang isu yang baru muncul ini.  

“Karena itulah saya juga jadi bingung dan menyampaikan pada waktu itu kenapa kalau seandainya Felix Siaw itu radikal kalau Felix Siauw itu intoleran kenapa tuduhan-tuduhan ini baru muncul ketika tahun 2016,” lanjut Felix. 

Deradikalisasi yang saat ini sedang digaungkan oleh pemerintah oleh Felix Siauw dianggap sebagai upaya deislamisasi.  

“Saya kok membaca deradikalisasi itu sama dengan deislamisasi dengan segala macam bukti-bukti yang ada maka saya gak suka dengan gaya kepemimpinan yang kayak gini,” ucap Felix.  

Kemudian Felix juga menegaskan bahwa saat ini semua hal diperbolehkan asal seseorang tidak Islami sebab apapun yang salah dikaitkan dengan Islam.  

“Mereka seolah-olah menjadikan something to blame adalah Islam, jadi seolah-olah apapun bisa baik seandainya Anda tidak Islami,” tutup Felix dalam video tersebut.

Sumber: makassar.terkini.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di buletindewatadotcom@gmail.com.
  • Bagikan