Yaqut Cholil Tambah Biaya Jamaah Haji Lewat Tehnical Landing, Demokrat: Kami Keberatan, Ini Tugas Kemenhub Bukan Menag

  • Bagikan

Buletindewata.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Demokrat, Achmad menolak biaya Technical Landing Jamaah Embarkasi Surabaya.

Itu yang dibebankan pada anggaran tambahan haji reguler yang diusulkan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

“Kami keberatan. Kami fraksi Demokrat menolak, ini memberatkan,” kata Ahmad, Kamis (2/6/2022).

Menurut Achmad, biaya technical landing itu merupakan publik service yang seharusnya di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Karena itu, seharusnya jauh-jauh hari pemerintah sudah mempersiapkan semua fasilitas bandara untuk keberangkatan jamaah haji.

“Inikan infrastruktur, jadi kurang adil instruktur untuk publik service dibebankan kepada jamaah. Ini tidak pas,” ujarnya.

“Karena itu kewenangan kemenhub, jadi tentunya arahnya ke APBN. jangan sampai ada temuan nantinya. Kita tidak disiplin dalam menggunakan anggaran,”

Achmad menyesalkan kurangnya koordinasi Kemenag dan Kemenhub untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan dan kelancaran jamaah haji termasuk technical landing.

“Kenapa tidak di overlay bandara itu. Kenapa gak di overlay kalau memang harus perlu. Kenapa saat-saat genting ini baru di disampaikan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan penambahan anggaran pelaksanaan ibadah haji 2022 sebesar Rp1,5 triliun.

Yaqut mengklaim penambahan itu untuk biaya operasional.

Ia mengaku telah mengirimkan surat kepada Ketua Komisi VIII terkait usul penambahan alokasi anggaran tersebut.

“Kami telah menyampaikan surat pada Ketua Komisi VIII DPR perihal usulan tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus tahun 2022,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (30/5).

Adapun rinciannya, jumlah penambahan anggaran mencapai Rp1.518.056.480.730.

Jumlah itu terdiri dari biaya masyair haji reguler sebesar Rp1,4 triliun.

Lalu, sebanyak Rp9 miliar untuk penambahan biaya masyair Petugas Haji Daerah (PHD) dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Totalnya Rp1.518.056.480.730, yang dibebankan pada nilai manfaat keuangan haji reguler dan khusus dan Rp9.187.435.980 yang dibebankan APBD/PHD dan Pembimbing KBIHU,” ucap Yaqut.

Sementara itu, ada pula tambahan lain seperti technical landing jemaah embarkasi Surabaya sebesar Rp25 miliar.

“Biaya technical landing jemaah embarkasi Surabaya Rp 25.733.232.000,00. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji,” ujar Yaqut.

Sumber: pojoksatu.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di buletindewatadotcom@gmail.com.
  • Bagikan