Kejutkan Dunia, Ini 5 Fakta China Menguasai Afrika

  • Bagikan

Buletindewata.com - China menguasai Afrika ,pada tahun 1973, ketika salah satu pemilik suara penting di majelis umum sidang perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), China secara politik dianggap punya dua pemerintahan. 

Republik China yang saat ini dikenal sebagai Taiwan dahulu menguasai China daratan dan Republik Rakyat China (RRC) yang sekarang menguasai wilayah tersebut. 

Kedua negara ini masing-masing mengklaim sebagai pemerintahan sah atas seluruh wilayah daratan baik pulau Taiwan maupun daratan utama dan di tahun 1971 tersebut, PBB harus dengan segera memutuskan pemerintahan mana yang akan yang mewakili China.

Hal itu dikarenakan harus hanya satu perwakilan di PBB, nah 35 negara yang memilih menentang RRC adalah sebagian besar negara-negara Afrika, meliputi Republik Afrika Tengah, Chad, Gabon, Liberia, Niger, Afrika Selatan, dan banyak negara lainnya yang memihak Amerika Serikat. 

Nah, penasaran fakta menarik mengenai kemungkinan China sudah menguasai Afrika, didasari Kanal YouTube data fakta sebagai berikut:

1. Membuat Tunduk Afrika

Namun, terlepas dari upaya Amerika Serikat sebagai negara adidaya nomor satu yang menentang RRC, resolusi tersebut pada akhirnya menghasilkan pemerintahan China yang sah dialihkan ke RRC.

Nah, yang menarik dari peristiwa politik ini bukan hasilnya, tetapi siapa negara yang menentang RRC di dalam forum tersebut, ya mereka adalah negara-negara Afrika. 

Jika dahulu negara-negara Afrika tunduk pada Amerika Serikat dan menentang RRC, bagaimana dengan sekarang? Benarkah sekarang RRC yang menguasai Afrika Setelah kejadian di tahun 1971, sekarang sudah banyak yang berubah. 

Misalnya pada tahun 2007, Majelis umum PBB bertemu kembali guna membicarakan persoalan HAM di Korea Utara. Sebagai sekutu yang kuat Korut, China jelas punya pengaruh.

Peristiwa yang menyerupai di Tahun 1971, tetapi menghasilkan keputusan yang mengejutkan berkaitan dengan China versus Dunia. 

Dalam hasil tersebut dilihat dari pernyataan resmi yang ada di akun PBB, hanya Burundi, Jeneka Khatulistiwa, Eritrea, Ghana, Kenya, Lesotho, Liberia, Madagaskar, Malawi, Morientania, dan Tanzania yang memberikan suara menentang China, mayoritas atau sekitar 43 negara lainnya memilih abstain. Ya, saat ini Afrika tidak tunduk kepada Amerika Serikat.

2. Membangun Infrastruktur Dengan Pinjaman

Sebagian besar semua benua di dunia, tergantung pada negara adi daya, Ekonomi China berkembang sangat pesat. 

Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena China telah memompa uang dalam jumlah besar ke sebagian besar negara-negara Afrika.

Dengan kata lain, mereka membeli sekutu. Sebagai contoh China telah membangun pelabuhan dan jalur kereta api di Kenya. 

China juga membangun bendungan di Gana, China juga membangun kereta ringan di ibu kota Ethiopia, semua poryek besar itu hanya sebagian kecil saja, ternyata banyak ratusan infrasturktur China ada di Afrika berjalan setiap tahun. 

Proyek tersebut tidaklah Gratis, masing-masing dibiayai oleh pinjaman Bank ekspor impor milik negara, dan dikendalikan oleh China sebagai pinjaman, dan tentu saja harus dibayar kembali oleh negara-negara tersebut. 

Proyek-proyek tersebut dipandang berisiko oleh bak-bak lokal, dan bagaimana pun negara akan berjuang untuk melunasinya. 

Tetapi Bank ekspor impor China tidak peduli dengan asumsi negatif tentang kerja sama China dengan negara-negara di Afrika.

Ini karena China memberikan pinjaman bunga rendah dan bahkan tanpa bunga, pada proyek nya. 

Tetapi ini semua disebut sebagai bantuan luar negeri, karena China tidak mengharapkan keuntungan dari uang yang mereka pinjamkan. 

Namun China mendanai proyek-proyek tersebut tidak hanya soal kebaikan semata, ya, ada tujuan politik di baliknya.

3. Melirik Sumber Daya Alam

Afrika salah satu benua yang paling tidak berkembang di dunia. 

Seperti yang dikutip dari The Guardian, memaparkan bahwa populasi di Afrika di tahun 2015 tumbuh 30 juta jiwa,diperkirakan di tahun 2050.

Peningkatan tahunan akan mengalami peningkatan melebih 42 juta orang per tahun, dan menurut PBB populasi akan berlipat ganda hingga menjadi 2,5 Milyar orang di Afrika. 

Hal tersebut dilihat berbeda oleh China, langkah pertama pembangunan ekonomi di banyak negara adalah eksploitasi sumber daya alam (SDA), sebelum mengambil SDA, negara harus membangun infrastruktur untuk mengumpulkan SDA-SDA tersebut. 

China memasuki celah di situ , ia dapat mengambil keuntungan dari hasil penjualan sumber daya alam di bumi sahara tersebut dan juga dapat mendorong perkembangan ekonomi negaranya yang membutuhkan sangat banyak mineral bumi.

4. Menggunakan Sumber Daya Manusia

Afrika memiliki sumber daya manusia atau tenaga kerja. Terlihat aneh, tetapi banyak negara mencari tenaga kerja berbayar rendah. 

China yang ekonomi nya sudha naik dari SDM keterampilan rendah dan sekarang miliki SDM keterampilan tinggi, hal ini menaikkan standar bayaran kerja. 

Perusahaan manufaktur China mempunyai agenda besar di benua Afrika, sebagai salah satu sumber tenaga kerja terampil termurah dan terendah di dunia. 

Seperti yang dikutip Chinas’s Investments in Africa China menjadi mitra besar bagi afrika secara keseluruhan. 

Dalam memperdagangkan barang Amerika dan Afrika kalah daya saing dan penghasilannya daripada negara Afrika dengan China. Share :

5. Paksaan Tersembunyi China

Terungkap jika ada negara Afrika yang mengakui Taiwan sebagai negara kedaulatan maka negara tersebut akan dapat sedikit bantuan dalam pembangunan infrastruktur tiap tahunnya, sebaliknya jika negara Afrika memiliki suara sama di PBB, Ia akan mendapat keuntungannya. 

Nah, itu fakta-fakta yang menjelaskan bagaimana China sekarang mungkin sudah menguasai China dari segala faktor yang terdapat di benua tersebut.

Sumber: viva.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di buletindewatadotcom@gmail.com.
  • Bagikan