Ini Isi Buku ‘Pemerintah Islam Khilafatul Muslim’ Karya Abdul Qadir Baraja, Alamatnya di Lampung

  • Bagikan

Buletindewata.com - Kelompok Khilafatul Muslimin jadi perbincangan setelah melakukan konvoi dan menyebarkan selebaran.

Selebaran Khilafatul Muslimin tersebut merupakan saduran dari bab ‘Maklumat’ dalam buku berjudul ‘Gambaran Global Pemerintah Islam Faksi NII Khilafatul Muslim’.

Buku bersampul dominasi merah tersebut ditulis oleh Abdul Qadir Baraja.

Buku yang diterbitkan penerbit RAP Surabaya pada 2001 tersebut setebal 161 halaman.

Berdasarkan halaman daftar isi, buku tersebut berisi tentang pemerintahan Islam, muladi menteri keuangan, kehakiman dan Pendidikan.

Selain itu, juga terdapat bab tentang baiat serta kewarganegaraan Khilafatul Muslimin.

Sementara di bab akhir, berisi maklumat dan formulir pendaftaran warga Khilafatul Muslimin.

Pada bab ‘Maklumat’ itu, mencatumkan definisi warga negara Khilafatul Muslimin.

Ada dua. Yakni muslim/muslimah dan non muslim.

Untuk muslim/muslimah, diwajibkan membayar infaq dan zakat yang dibayarkan melalui Baitul Mal kekhilafaan Islam.

Sedangkan non muslim infaq dan zakat itu dibayarkan secara sukarela.

Di akhir paragraf, disebutkan nantinya akan ada musyawarah internasional untuk memilih dan menetapkan Khilafah/Amirul Mu’minin yang akan jadi pemimpin muslim seluruh dunia.

Selain itu, juga dicantumkan alamat yang disebut sebagai alamat kantor pusat sementara.

Yakni, Masjid Al-Mujahidin Bumi Waras, Jalan WG Supratman, Teluk Betung, Bandar Lampung dengan nomor telepon (0721) 482815 – 480093.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut, kelompok ini pernah melakukan konvoi di Brebes, Jawa Tengah.

“Mereka (Khilafatul Muslimin) mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat,” kata Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwahid dalam keterangannya, Selasa (31/5).

Brigjen Ahmad mengungkap, Khilafatul Muslimin sebenarnya memiliki visi dan ideologi yang sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah.

Bedanya, HTI merupakan gerakan trans-nasional dan tengah memperjuangkan sistem khilafah di berbagai negara.

“Sementara Khilafatul Muslimin mengklaim bahwa mereka sudah mendirikan khilafah dengan adanya khalifah yang terpilih,” ujarnya.

Khilafatul Muslimin juga disebut Ahmad tidak bisa dilepaskan dari Negara Islam Indonesia (NII) karena sebagian tokohnya merupakan mantan NII.

“Pendiri dan pemimpinnya adalah Abdul Qadir Hasan Baraja mantan anggota NII,” ujarnya.

Selain itu, kata Ahmad, Khilafatul Muslimin juga berafialiasi langsung dengan jaringan kelompok teroris ISIS.

Sumber: pojoksatu.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di buletindewatadotcom@gmail.com.
  • Bagikan